Selasa, 23 Februari 2016

Menulis adalah dakwah


Saya teringat ada catatan tentang kepenulisan, 10 tahun yang lalu di buku diary yang masih tersimpan rapi. 
Saya mengutip dari sebuah buku berjudul "Proses Kreatif". Buku ini adalah kumpulan tulisan beberapa penulis yang menceritakan pengalaman mereka dalam menghasilkan karya sastra. Salah satunya adalah Afifah Afra.
Langsung saja ya. Berikut kutipan itu.

"Sering juga dengan menulis, ruhiyah saya justru semakin naik, ketika saya menulis sebuah novel, air mata saya bercucuran membasahi key board komputer. Pernah juga ketika menyelesaikan sebuah novel, saya langsung jatuh tersungkur, bersujud dan menangis terharu ... sungguh, saat-saat seperti itulah saat yang terindah bagi saya".

"Karena saya menyadari betul bahwa menulis adalah dakwah. Menyeru kepada yang hak dan mencegah kepada yang mungkar. Disini kepalan jihad saya terangkat bersama pekik takbir: Allahu Akbar".

(Proses Kreatif/ Ed. Salman Faridi/ Dar Mizan 2003)

Dari saya, no comment. Saya masih belajar untuk terus mengasah kemampuan. Tangan dan hati. Teknik dan keistiqomahan serta daya juang dan keikhlasan.
Makassar, 18 Februari 2006

Kini, di 2016, terasa waktu cepat sekali berganti namun belum punya 'karya' yang akan menjadi amal jariyah kelak. Memang untuk istiqomah bukan pekerjaan yang mudah namun bukan sesuatu yang mustahil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar